Senin, 04 Juni 2018

Istilah karkas berbeda dengan daging. Daging adalah bagian yang sudah tidak mengandung tulang, sedangkan karkas adalah daging yang belum dipisahkan dari tulang atau kerangkanya. Karkas juga diartikan sebagai hewan setelah mengalami pemotongan, pengkulitan, dibersihkan dari jeroan, dan kaki-kaki bagian bawah juga telah mengalami pemotongan.
Dengan kata lain Karkas adalah bagian dari ternak setelah disembelih yang terdiri dari daging dan tulang, tanpa kepala, kaki, kulit dan jeroan. Karkas ini sering kita lihat di rumah potong hewan atau kios sate yang digantung dengan posisi terbalik (leher di bawah sedangkan kaki diatas).

Cara menghitung jumlah karkas yang dihasilkan dari setiap penyembelihan ternak adalah sebagai berikut :
  1. Seekor sapi Bali akan mampu menghasilkan karkas sekitar 57% – 60% dari berat hidup,
  2. Jika kita membeli seekor sapi dengan berat badan 250 kg, maka akan memperoleh karkas sekitar 142.5  – 150 kg.
  3. Dari karkas seberat ini, akan dihasilkan daging tanpa tulang (boneless) sekitar  75 % dari berat karkas atau sekitar 106.8   – 112.5 kg
  4. Daging yang dihasilkan ini belum termasuk jeroan, kaki dan kepala.
  5. Berat daging yang diperoleh sangat tergantung pula kepada perlakuan kepada ternak sebelum dipotong.
Berikut Testimoni Instruktur Nasional JULEHA (Juru Sembelih Halal) Tentang Karkas Sapi Bali
Kesimpulan sementaranya adalah dengan Berat Sapi Bali 250 Kg. Maka didapatkan berat bersih daging 106.8 – 112.5 kg (tanpa tulang /  boneless). Nah, sekarang sudah tahu kan apa sih karkas itu?

Kopi modern merupakan campuran dari beberapa bahan selain kopi. Seperti susu, foam, moka, dan cokelat. Berikut lima jenis kopi modern yang umum ditemukan di kedai kopi.
1. Espresso
Espresso merupakan kopi modern yang paling kuat kadar kopinya (very strong). Espresso merupakan ekstrak biji kopi murni tanpa campuran. Rasanya sudah pasti pahit, dengan tingkat kekentalannya tergantung dari biji kopi yang digunakan. Espresso biasa dikonsumsi dalam cangkir kecil.
2. Macchiato
Macchiato merupakan espresso yang diberi campuran susu foam. Foam atau susu yang di-steam sendiri kadarnya sedikit, sehingga rasanya tetap strong.
"Foam di macchiato, susunya hanya dua sampai tiga sendok aja. Sebenarnya, ini untuk orang yang suka espresso tapi lagi mau dikasih susu sedikit," terang Viki.
Pembuatan latte art oleh Viki Rahardja barista senior Indonesia, pemenang Latte Art Wold Championship 2014, saat peresmian gerai MAXX Corner, Plaza Semanggi, Rabu (16/8/2017) lalu.Pembuatan latte art oleh Viki Rahardja barista senior Indonesia, pemenang Latte Art Wold Championship 2014, saat peresmian gerai MAXX Corner, Plaza Semanggi, Rabu (16/8/2017) lalu.
3. Piccolo
Piccolo memiliki kadar susu yang lebih banyak dibanding dua "teman" sebelumnya. Kopinya menggunakan ristretto yang merupakan ekstraksi terbaik dari espresso. Hal ini menjadikan kopi lebih lembut dan tidak terlalu asam, tapi prosesnya lebih lama.
"Piccolo kadar susu dalam foam lebih banyak. Tastenya lebih ke small coffee, tidak strong," ujar Viki.
4. Cappucino
Ini dia yang sajian kopi modern yang populer karena mudah ditemui, bahkan kini tersaji dalam bentuk instan. Cappucino pada dasarnya merupakan kopi susu yang juga diberi foam.
"Espresso dikasih susu, dikasih lagi foam dari susu, jadi creamy milky coffee. Tapi susunya sama kopinya seimbang," terang Viki.
5. Latte
Sama dengan cappucino, latte pada dasarnya ialah kopi susu. Latte diberi foam dari susu yang sudah di-steam. Kadar susunya paling banyak, barista menyebut komposisinya dengan very milky coffee.


Tentunya kadar lemak di latte paling banyak dibandingkan kopi macchiato, piccolo, espresso dan cappucino.
Kakao merupakan salah satu komoditas unggulan Indonesia, karena kakao termasuk salah satu dari tiga komoditas dari sektor perkebunan yang memberikan sumbangan devisa yang sangat tinggi yaitu dengan nilai sebesar US $ 701 juta.  Kualitas kakao Indonesia tidak kalah dari beberapa Negara produsen kakao seperti dari Ghana. Jika kakao Indonesia diproses secara fermentasi maka rasa dan aromanya tidak kalah dengan kakao yang berasal dari Ghana. Kakao Indonesia memiliki keunggulan yaitu tidak mudah meleleh sehingga dapat digunakan untuk proses blending.
Ada tiga jenis kakao yaitu, jenis pertama adalah jenis criollo. Jenis ini merupakan tanaman kakao yang menghasilkan biji cokelat yang mutunya sangat baik dan dikenal dengan cokelat mulia, ciri cirinya adalah buahnya berwarna merah atau hijau, kulit buahnya tipis berbintil-bintil kasar dan lunak. Biji buahya berbentuk bulat telur beruuran besar dengan kotiledon berwarna putih pada waktu basah. Jumlah jenis ini ada sekitar ± 7% dan dihasilkan di Indonesia, ekuador, Venezuela, jamaika, dan Sri lanka.
Jenis kedua adalah jenis forestero, jenis ini merupakan jenis tanaman kakao yang memiliki mutu sedang atau bulk kokoa. Ciri ciri jenis ini adalah buahnya berwarna hijau, kulitnya tebal, biji buahnya tipis atau gepeng dan kotiledonnya berwarna ungu pada waktu basah. Jumlah jenis forestero adalah ± 93% dari produksi kakao dunia merupakan jenis bulk yang dihasilkan di afrika barat, brasil dan dominika.
Jenis yang ketiga adalah jenis trinatario,jenis ini merupakan hybrida dari jenis criollo dengan jenis foresterosecara alami, sehingga jenis ini sangat heterogen, kakao trinatario menghasilkan biji yang termasuk fine flavour cocoa ada yang termasuk bulk cocoa. Buahnya berwarna hijau atau merah dan bentuknya bermacam-macam, biji buahnya juga bermacam-macam dengan kotiledon berwarna ungu muda sampai ungu tua pada waktu basah.

Jenis-jenis teh dan manfaatnya bagi kesehatan

#Jenis jenis Teh

Ada beberapa jenis minuman teh yang dikenal diseluruh dunia. Setiap teh diproses dengan cara yang berbeda, sehingga sedikit banyak berbeda dalam hal kandungan nutrisinya. Teh jenis tertentu bisa lebih unggul atau kurang dalam hal kandungan senyawa tertentu. Berikut beberapa jenis teh yang kita kenal, serta sedikit penjelasannya:
a . Green Tea : Teh hijau dibuat dari daun teh dengan cara dikukus. Untuk membuat teh hijau, daun teh segera dikeringkan dan dipanaskan untuk mencegah daun terfermentasi. Teh hijau mengandung sekitar 25 miligram kafein per cangkir. Dan jenis teh ini lebih halus rasanya jika dibandingkan dengan teh hitam. Green tea terdiri dari senyawa seperti katekin, kafein, Theanine serta berbagai vitamin dan mineral.
b . Teh Hitam : Teh hitam menyumbang sekitar 75 % dari konsumsi teh global. Jenis teh ini dibuat dari daun tanaman camellia sinensis, yang digulung, difermentasi, kemudian dikeringkan dan dihancurkan. Teh hitam mengandung kafein tertinggi dan memiliki rasa yang sedikit pahit, yaitu sekitar 40 miligram kafein per cangkir. Teh hitam sangat bagus bagi orang yang membutuhkan banyak energi dengan cepat. Namun bagi Orang yang sensitif kafein, sebaiknya menghindari mengkonsumsi teh hitam.
c . Teh Herbal : Secara teknis, teh herbal bukanlah teh karena tidak dibuat dari daun tanaman Camellia sinensis. Teh herbal dibuat dari daun, akar, biji, kulit kayu, dan bunga tanaman lain yang berkhasiat obat. Teh ini  tidak mengandung kafein sama sekali, sehingga cocok untuk anak-anak. Hindari minum eh herbal untuk menurunkan berat badan, karena mungkin mengandung obat pencahar yang berbahaya. Teh herbal mengandung antioksidan dan vitamin C yang tinggi. Teh Lavender mempromosikan relaksasi dan menenangkan pikiran dan tubuh. Teh chamomile juga memiliki khasiat menenangkan yang kuat, dan biasa digunakan sebagai pereda nyeri alami. Teh peppermint secara tradisi digunakan untuk membantu pencernaan dan sinus. Teh herbal bisa diminum setiap hari.
d . Teh Putih : Teh putih adalah terbuat dari segala jenis teh teroksidasi. Ini adalah jenis teh yang paling ringan dari segi rasa, dan seperti terbuat dari daun teh pucuk muda. Teh putih memiliki sifat anti kanker yang paling ampuh. Selain itu teh putih sangat rendah kafein (15mg percangkir), sehingga menjadi pilihan yang baik bagi orang yang sensitif kafein. Kandungan antioksidan lebih tinggi, karena proses pembuatannya tidak banyak. Teh putih adalah tambahan yang bagus bagi diet Anda.
e . Flavored Tea : Teh Flavored adalah dibuat dengan menambahkan rempah-rempah, bunga, dan aroma, atau teh yang dibumbui. Banyak tersedia dalam berbagai variasi, termasuk rasa blueberry, kayu manis, kulit jeruk, dan lavender. Teh ini dipasangkan dengan daun teh hitam, teh hijau, atau teh putih, memiliki antioksidan dan manfaat kesehatan yang sama. Teh flavored dengan tambahan buah-buahan super seperti blueberry mengandung kadar antioksidan yang tinggi.
f . Oolong Tea : Teh Oolong mirip dengan teh hitam, dan difermentasi hanya dalam waktu singkat, sehingga memberikan rasa yang kuat pada teh oolong. Teh oolong hijau memiliki kandungan kafein lebih rendah, sementara teh oolongs hitam memiliki kandungan kafein yang lebih tinggi – sekitar 30 miligram kafein per cangkir. Teh oolong memiliki antioksidan yang lebih tinggi dari pada teh hijau .

#Manfaat Teh bagi kesehatan :

1 .  Anti Stres dan Anti kecemasan :
Teh bunga secara alami kaya akan Chrysin flavon, yang dikenal akan manfaat anti kecemasan. Teh ini sangat ideal bagi yang rentan terhadap stres, insomnia, dan gangguan kecemasan umum. Minum secangkir pasion flower tea setiap hari sebelum tidur untuk menenangkan pikiran. Sementara Teh hitam bisa mengurangi kadar hormon stres dalam tubuh, serta menurunkan tekanan darah sistolik – membuat hidup bebas stres.
2 . Mencegah Berat Badan berlebih :
Para peneliti menemukan bahwa teh mengandung polifenol. Bersama dengan kafein akan meningkatkan pengeluaran energi dan oksidasi lemak, sehingga pada akhirnya membantu menurunkan berat badan. Teh oolong tanpa gula adalah salah satu minuman terbaik untuk menurunkan berat badan. Teh mengandung senyawa yang disebut mateine ?, yang meningkatkan metabolisme tubuh dan membantu menurunkan berat badan. Teh hijau juga sangat dikenal akan manfaatnya untuk menurukan berat, yaitu dengan cara meningkatkan metabolisme.
3 . Efek Merampingkan pinggang :
Beberapa studi menunjukkan bahwa minum teh oolong bisa menyebabkan penurunan berat badan dan mengecilkan ukuran pinggang. Teh Oolong mengandung katekin dan kafein, yang akan memicu pembakaran  dan meningkatkan metabolisme lemak hingga 2 jam. Teh oolong juga mengandung polifenol, yang membantu untuk membatasi enzim pembangun lemak, sehingga bisa membuat perut menjadi ramping. Teh Jasmine adalah pilihan teh lain bagi yang menginginkan pinggang bagus.
4 . Anti Ageing :
Teh putih mengandung antioksidan kuat seperti polifenol dan ECGC, yang bermanfaat untuk menghambat tanda-tanda penuaan seperti noda hitam dan garis-garis halus. Hal ini karena senyawa polifenol dan ECGC akan memperkuat elastin dan kolagen, sehingga akan menghambat kerutan.
5 . Melindungi kesehatan liver :
Radikal bebas dan peradangan bisa menyebabkan kerusakan liver akut dan penyakit. Katekin dalam teh hijau akan menekan dan bisa mencegah keparahan pada cedera liver.
6 . Mencegah Kanker :
EGCG dalam teh putih dan teh hijau bisa membantu seorang melawan kanker secara efektif. Polifenol tinggi dalam teh bisa menghambat perkembangan kanker tertentu, termasuk lambung, kanker usus besar, kanker pay*dara, liver, prostat, dan kulit. Konsumsi rutin teh hijau dipercaya bisa mengimbangi efek buruk dari mer*kok, dengan cara menurunkan risiko timbulnya kanker paru-paru. Teh hitam juga mengandung EGCG, namun konsentrasinya lebih rendah dari teh hijau dan putih. Wanita yang minum teh hijau secara rutin memiliki risiko yang lebih rendah untuk terkena kanker pay*dara, jika dibandingkan dengan wanita yang minum bukan teh hijau.
7 . Meningkatkan Kesehatan Gigi :
Teh putih mengandung tinggi kalsium dan fluoride, yaitu dua nutrisi penting untuk kesehatan gigi dan gusi. Teh hitam kaya akan polifenol, yang akan membantu untuk menyembuhkan penyakit gusi, mencegah plak, dan bau mulut. Hal ini karena Polifenol dalam teh hitam akan menghambat pertumbuhan enzim bakteri dalam mulut.
8 . Baik Untuk Penderita diabetes :
Mengkonsumsi teh hijau rutin akan menjaga kadar gula darah pada tingkat yang moderat. Polisakarida dalam teh bisa menghambat penyerapan glukosa oleh tubuh, sehingga mencegah diabetes.

Buah kopi tidak matang serentak, sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk memanennya. Periode panen raya kopi berlangsung selama sekitar 4 hingga 5 bulan dengan frekuensi pemetikan buah kopi dapat dilakukan dapat dilakukan setiap 10-14 hari sekali.
Ciri Buah Kopi Yang Siap PanenBuah kopi yang telah matang dan siap panen biasanya dapat dilihat dari warna kulit buahnya. Buah yang telah siap panen yaitu buah yang telah matang penuh dengan warna kulit buah berwarna merah namun ada juga petani yang melakukan pemanenan kopi saat buah masih berwarna kuning bahkan saat masih hijau dengan berbagai alasan.
Tiap tingkat kematangan buah kopi menghasilkan karakteristik kopi yang berlainan. Berikut ini karakteristik buah kopi yang dapat dilihat dari tingkat kematangannya:
Hijau dan Hijau Kekuningan, warna ini menandakan bahwa buah kopi masih muda. Jika dipetik bijinya memiliki warna pucat keputihan dan keriput, arima dan postur yang dihasilakan massih sangat lemah. Sebaiknya buah yang masih berwarna ini jangan dipetik.
Kuning Kemerahan, warna ini menandakan bahwa buah kopi sudah mulai matang. Aroma dan postur yang dimiliki sudah mulai mantap, bijinya berwarna kaabuan. Buah kopi yang sudah berwarna ini sudah boleh di petik.
Merah Penuh, Warna ini menunjukan wahwa buah kopi telah matang sempurna. Buah kopi yang sudah berwarna ini memiliki aroma da cita rasa yang mantap. Buah kopi yang sudah berwarna ini, sudah mantap untuk dipetik karena ini adalah kondisi paling baik.
Merah Tua, warna ini menunjukan bahwa buah kopi telah kelewat matang. Biji buah kopi sudah cokelat atau kehitaman. aroma dan postur buah kopi yang sudah berwarna ini akan melai menurun terkasang mengeluarkan citarasa seperti bau tanah.
Selain dari warna kulit buah, menentukan kematanag kopi dapat diketahui dari kandungan senyawa gula yang ada pada daging buah kopi. Kopi yang sudah matang memiliki kandungan senyawa gula yang relatif tinggi. Jika telah matang, buah kopi akan berdaging lunak dan berlendir serta berasa manis.

Pemetikan Buah Kopi

Buah kopi jenis arabika yang telah matang cenderung mudah rontok, maka jangan biarkan jatuh ke tanah karena dapat menurunkan mutu kopi tersebut.
Pemetikan buah kopi dilakukan secara bertahap, tidak dapat dilakukan secara serentak. Adapun beberapa cara pemetikan buah kopi, antara lain:
Pemetikan selektif
Pemetikan selektif yaitu pemetikan yang dilakukan hanya pada buah yang telah berwarna merah penuh atau telah matang sempurna. Sisanya dibiarkan untuk pemetikan selanjutnya.
Pemetikan setengah selektif
Pemetikan setengah selektif dilakukan pada semua buah dalam satu dompol. Syaratnya dalam dompolan tersebut terdapat buah yang telah berwarna merah penuh.
Pemetikan serentak
Pemetikan serentak atau petik racutan adalah pemetikan dilakukan pada semua buah kopi dari semua dompolan, termasuk yang berwarna hijau dipetik habis. Biasanya pemetikan seperti ini dilakukan diakhir musim panen.
Lelesan
Pemanenan lelesan yaitu pemetikan kopi dengan cara memungut buah kopi yang gugur berjatuhan di tanah karena sudah kelewat matang.
Agar produktivitas tanaman kopi tetap terjaga, pemetikan kopi harus dilakukan dengan cara yang benar yaitu dengan cara memetik buah secara vertikal bukan merampas agar tidak merusak tangkai buah sehingga akan kembali tumbuh pada tangkai tersebut

Sortasi buah kopi

Buah kopi yang telah dipetik disortir berdasarkan kualitasnya. Pisahkan buah kopi dari kotoran dan pisahkan juga buah kopi yang cacat dan berpenyakit. Kemudian pilah buah yang merah dan mulus atau buah superior dari buah yang masih kuning atau hijau atau buah inferior. Pemisahan ini nantinya akan menentukan grade kualitas mutu kopi.
Buah kopi yang telah disortasi harus segera diolah jangan disimpan terlalu lama. Penundaan pengolahan dapat memicu reaksi kimia yang akan menurunkan kualitas atau mutu kopi.
  1. Lapisan bagian luar tipis yakni yang disebut ”Exocarp”; lapisan ini kalau sudah masak berwarna merah. Warna pada kulit buah kopi berasal dari pigmen antosianin yang memberikan warna merah saat buah kopi sudah matang. Kemudian kandungan yang terdapat dalam kulit buah kopi adalah karbohidrat, protein, fiber, mineral sertai air yang merupakan struktur yang terdapat pada kulit kopi bagian luar (outer skin).
  2. Daging buah; daging buah ini mengandung serabut yang bila sudah masak berlendir dan rasanya manis, maka sering disukai binatang kera atau musang. Daging buah ini disebut ”Mesocarp”. Biasanya pada saat buah kopi langsung dijemur dalam proses pengolahan kopi secara natural, biji kopi akan menyerap mineral dari daing buah kopi yang dapat membentuk rasa dari biji kopi tersebut.
  3. Kulit tanduk atau kulit dalam; kulit tanduk ini merupakan lapisan tanduk yang menjadi batas kulit dan biji yang keadaannya agak keras. Kulit ini disebut ”Endocarp”. Sel-sel dari kulit tanduk yang mengeras selama pematangan buah kopi, hal tersebut membatasi ukuran akhir dari biji kopi. Dalam kopi arabika, Dengan kadar rata-rata air 11%  pada kulit tanduk merupakan 3,8% dari total berat buah kopi.
  4. Kulit ari ; Silver skin merupakan bagian terdepan yang melindungi biji kopi dan terbentuk dari nucellus. Pada umunya kita sering melihat parchment ini pada proses roasting dan bahkan sering kali kita menemukan roasted bean yang masih terdapat kulit ari di dalamnya. Beberapa pecinta kopi berpendapat bahwa masih adanya sisa kulit ari setelah proses roasting kopi dapat menurunkan cita rasa dari biji kopi tersebut. Biasanya kulit ari pada biji kopi ini akan hilang pada saat proses roasting yang disebabkan oleh panas.
  5. Biji Kopi; Sebenarnya biji kopi merupakan embryo atau benih bagi tanaman kopi untuk bereproduksi. Pada umumnya dalam sebuah kopi memiliki 2 bagian biji kopi (Seed).Namun, jika dalam satu buah kopi hanya memiliki embryo tunggu disebut sebagai peaberry.

Setelah dipanen, buah-buah kopi yang dipetik kemudian dibawa ke penggilingan untuk memisahkan biji dengan kulit dagingnya. Biji inilah yang kemudian akan dikeringkan agar tetap aman disimpan sebelum dijual ke pasaran. Idealnya, kopi memiliki tingkat kelembaban alami sekitar 60%, namun ia dikeringkan sampai kelembabannya hanya berkisar sekitar 11-12 % saja. Tujuannya supaya biji kopi itu tidak terlalu lembab lalu membusuk ketika “menunggu” dijual.

Kandungan zat makanan kulit buah kopi dipengaruhi oleh metode pengolahannya apakah secara basah atau kering seperti terlihat pada tabel. Kandungan zat makanan kulit buah kopi berdasarkan metode pengolahan. Pada metode pengolahan basah, buah kopi ditempatkan pada tanki mesin pengupas lalu disiram dengan air, mesin pengupas bekerja memisahkan biji dari kulit buah. Sedangkan pengolahan kering lebih sederhana, biasanya buah kopi dibiarkan mongering pada batangnya sebelum dipanen. Selanjutnya langsung dipisahkan biji dan kulit buah kopi dengan menggunakan mesin. 
Tabel 1. Kandungan zat makanan kulit buah kopi berdasarkan metode pengolahan 

Kulit buah kopi merupakan limbah dari pengolahan buah kopi untuk mendapatkan biji kopi yang selanjutnya digiling menjadi bubuk kopi. Menurut data statistik (BPS, 2003), produksi biji kopi di Indonesia mencapai 611.100 ton dan menghasilkan kulit kopi sebesar 1.000.000 ton 

Teh, Beda Jenis, Beda Manfaatnya

Jumat, 20 Agustus 2010 | 12:06 WIB
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Kompas.com - Jenis teh bisa dikategorikan berdasarkan cara pembuatannya. Sebab, dari beragam variasi yang ada, semua berasal dari pohon bernama Camelia Sinensis, yaitu jenis tanaman semak-semak berasal dari India dan Cina. Berdasarkan teknologi pembuatannya, kita bisa melihat perbedaan manfaatnya.
Teh Hijau Dibuat dengan cara mengukus daun teh mentah, segera setelah dipetik. Pemrosesan dihentikan saat daun teh sudah mengalami oksidasi minimal. Kandungan EGCG-nya tinggi dan terbukti dapat mengurangi risiko kanker kandung kemih, payudara, paru-paru, lambung, pankreas, dan usus besar. Juga bermanfaat untuk menurunkan kolesterol yang menyumbat pembuluh darah. Bagi warga senior, kabar baiknya adalah teh hijau dapat melawan stres oksidatif pada otak, sehingga risiko Alzheimer, stroke, dan parkinson berkurang.
Teh Hitam Dibuat melalui proses fermentasi yang memakan waktu 2 minggu hingga 1 bulan. Merupakan bahan baku teh jenis lainnya, seperti jasmine tea dan teh instan. Teh hitam sangat tinggi kandungan kafeinnya. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa teh hitam mampu mengurangi efek buruk merokok pada paru-paru, serta menurunkan risiko stroke.
Teh Putih Dibuat dari pucuk daun teh yang tak mengalami proses oksidasi dan sewaktu belum dipetik dilindungi dari sinar matahari untuk menghalangi pembentukan klorofil. Teh putih diproduksi dalam jumlah lebih sedikit dibandingkan teh jenis lain sehingga harga menjadi lebih mahal. Teh ini memiliki sifat anti-kanker paling kuat dibandingkan jenis teh lainnya.
Teh Oolong Proses oksidasi teh ini biasanya memakan waktu 2-3 hari. Teh Oolong jenis Wuyi dipromosikan dapat menurunkan berat badan. Sayangnya, promosi ini belum didukung bukti ilmiah. Dalam suatu penelitian disebutkan, antioksidan teh Oolong ternyata mampu menurunkan kadar LDL (kolesterol jahat).
Teh Pu-erh Ada 2 macam teh Pu-erh, yang mentah dan matang. Pu-erh mentah, bisa langsung diolah atau disimpan selama bertahun-tahun. Sedangkan Pu-erh matang, diproses dengan mengontrol kelembaban daun (seperti membuat kompos). Pu-erh termasuk golongan teh hitam. Banyak dijual dalam bentuk kepingan padat. Teh Pu-erh sudah terbukti mampu menurunkan berat badan dan kadar LDL.
Dari proses pembuatannya, dapat disimpulkan bahwa semakin lama proses fermentasi daun teh, semakin berkurang kadar polifenolnya. Sehingga, teh hitam dan teh Oolong ada di urutan terbawah, alias merupakan jenis teh yang paling sedikit mengandung polifenol.
Teh Herbal Berbeda dengan teh jenis lain, teh herbal tidak terbuat dari hanya daun teh. Melainkan juga dicampur dengan buah, biji, dan akar tertentu (sesuai tujuan manfaatnya). Kandungan antioksidannya lebih rendah ketimbang teh hijau, putih, atau Oolong. Efek kesehatan teh herbal bermacam-macam. Contohnya teh chamomile yang dikatakan bisa mencegah komplikasi akibat diabetes, kerusakan saraf dan ginjal, serta melawan sel kanker.